Saudi Membantah Bertanggung Jawab dan Siap Menyelidiki Serangan Di Yaman Yang Menewaskan Lebih Dari 140 Orang
Beberapa bangunan hancur akibat pemboman dari udara yang terjadi di ibu kota Yaman, Sanaa (Reuters)

IndonesianReport.com - Koalisi operasi militer di Yaman yang dipimpin oleh Arab Saudi, pada hari Minggu mengatakan siap untuk menyelidiki bersama-sama dengan Amerika Serikat  terkait serangan udara pada upacara pemakaman di Sanaa yang menewaskan lebih dari 140 orang.

Milisi Houthi Iran menyatakan bahwa koalisi pimpinan Saudi adalah pelaku serangan tersebut, serangan yang dilakukan aliansi Saudi adalah yang paling mematikan sejak pertama kali meluncurkan operasi militer terhadap pemberontak Syiah di Yaman pada Maret tahun lalu.

Sebelumnya Saudi menyatakan tidak bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan ratusan pelayat saat menghadiri pemakaman, aliansi Saudi akhirnya menyatakan siap untuk mulai melakukan penyelidikan.

Seorang pejabat PBB mengatakan bahwa "serangan itu sangat disesalkan dan menyakitkan", akibat serangan itu juga melukai lebih dari 525 orang.

"Koalisi akan segera menyelidiki kasus ini bersama-sama dengan Tim Penilai Insiden di Yaman dan para ahli dari Amerika Serikat yang sebelumnya juga ikut dalam penyelidikan," kata seorang pejabat PBB dalam sebuah pernyataanya yang disiarkan oleh Saudi Press Agency.

"Koalisi ini juga bersedia untuk memberikan tim investigasi dengan data dan informasi yang berkaitan dengan operasi militer hari ini, di lokasi kejadian dan sekitarnya, " tambahnya. Ia juga mengatakan bahwa "hasil penyelidikan harus diumumkan segera setelah selesai."

4a5f8-reuters.jpg

(Reuters)

Koordinator Kemanusiaan PBB di Yaman, Jamie McGoldrick, menyatakan terkejut dan marah atas serangan yang melanda ruang komunitas di ibu kota Yaman yang dimana serangan itu menargetkan para pelayat yang sedang berkumpul.

Menteri Kesehatan Yaman Ghazi Ismail mengatakan bahwa serangan terjadi di bagian selatan kota, dimana para pelayat sedang berkumpul pada acara pemakaman Menteri Dalam Negeri Jalal al-Roweishan.

"Agresi Saudi melakukan kejahatan besar pada hari ini, dengan menyerang sebuah aula berkabung bagi keluarga al-Roweishan. menargetkan warga yang sedang berkumpul," kata Ismail dalam jumpa pers di Sanaa.

45eb8-reuters1.jpg

(Reuters)

Arab Saudi membantah bertanggung jawab atas serangan para pelayat pemakaman di Yaman

Pada hari Sabtu, sumber dalam koalisi yang dipimpin saudi mengatakan tidak ada peran koalisi Saudi dalam serangan udara di Sanaa.

"Benar-benar tidak ada operasi yang berlangsung pada target itu," kata salah satu sumber dikutip dari Al Arabiya yang mengkonfirmasi bahwa pernyataan itu berasal dari koalisi angkatan udara.

Koalisi menyadari bahwa laporan tersebut dan yakin bahwa kemungkinan ada penyebab lain dari pemboman yang harus dipertimbangkan. Koalisi sejak pertama kali mengerahkan militer di Yaman sangat menghindari menargetkan sipil dan tidak pernah menjadikan subjek target.

(Laporan dari Reuters)

Comments

Leave a Comment

Your Comment