Salah Satu Perang Paling Berdarah Dalam Sejarah karena Ember
Ember kayu asli Modena dan prajurit Guelph dan Ghibelline

IndonesianReport.com - Sebuah perang mematikan dalam sejarah pernah terjadi di Italia. Konflik antar wilayah terjadi selama berabad-abad dan menewaskan ribuan orang. 

Pada tahun 1325, dua kekuatan pasukan prajurit bentrok di dekat wilayah yang sekarang kota Castello, Italia. Dilansir dari War History Online. pertempuran yang terjadi pada abad pertengahan itu memakan biaya sangat besar untuk menunjang ribuan prajuritnya, dan juga telah mengubah sejarah di Italia.

Perang itu memastikan sejarah supremasi kepausan di Italia yang akhirnya sekarang diterapkan. Pertumpahan darah seperti itu cukup umum terjadi di Eropa pada masa lalu, penyebab peperangan itu hanya karena sebuah ember, tepatnya ember kayu.

Semua itu dimulai pada Oktober 1154 ketika Kaisar Romawi Frederick Barbarossa (yang juga raja Jerman) menginvasi Italia. Frederick melakukan invasi dengan alasan bahwa ia mempercayai sebagai wakil yang dipilih oleh tuhan di muka bumi, bukan Paus.

Namun Italia tidak sepakat dengan klaim Kaisar Romawi. Berdasarkan logika bahwa  Paus bukanlah seorang kaisar, yang merupakan pengubung antara Tuhan dan dunia. Dan juga Paus diberikan legitimasi spiritual sebagai penguasa Kristen, karena itu mereka dipandang sebagai pemimpin sejati dari Kristen.

7afdc-war.jpg

Kaisar Romawi Frederick II - Gambar: Wikipedia

Akhirnya Frederick mengambil paksa beberapa kota di Italia, seperti Milan, Tortona, dan Pavia yang dimana ia menjadi raja Italia. Dia kemudian merebut kota Bologna dan Tuscany sebelum akhirnya pergi ke Roma untuk menemui dan berbicara dengan Paus Alexander III, namun pertemuan itu tidak menghasilkan apa-apa.

Oleh karena itu akhirnya Kaisar Frederick terus menginvasi kota lainnya hingga kekalahannya oleh kelompok Lombard pro-Paus pada Pertempuran Legnano pada 29 Mei 1176. Frederick akhirnya terpaksa harus kembali ke Jerman, namun kekalahannnya meninggalkan dendam dan juga meninggalkan sistem politik yang terbagi-bagi yang berlangsung selama berabad-abad.

Di satu sisi ada Ghibelline yang selalu setia kepada Kaisar Frederick, di sisi lain ada Guelfs yang merupakan pro-Paus. Pada saat itu Italia bukanlah negara bersatu tetapi sebuah negara yang terbagi wilayah kota yang sering berperang satu sama lainnya. Akibatnya, Modena dikuasai oleh Ghibelline, sementara Bologna dikuasai oleh Guelf.

batas-batas kota antara pro-Kaisar dan pro-Paus telah ditetapkan oleh Frederick sebelum diusir kembali ke Jerman, namun banyak hal di Modena dan Bologna jauh lebih rumit. Dengan wilayah pemisah yang hampir lebih dari 31 mil, dibagi dan mengubah loyalitas hingga memastikan ketegangan antara kedua kubu selalu tinggi.

Pada 1296, Bologna menyerang wilayah Modena, merebut Bazzano dan Savigno. Mereka yang mendukung kaisar mulai bergerak keluar dari kota, sementara mereka yang pro Paus mulai meninggalkan wilayah Bologna untuk menempati wilayah baru yang telah dikuasai. Pertempuran perbatasan menjadi pemandangan yang biasa dari setiap kubu untuk saling merebut wilayah.

b7427-war1.jpg

Lukisan prajurit Guelph dan Ghibelline karya Ottavio Baussano - Gambar: Wikipedia

Pada 1309, Rinaldo "Passerino" Bonacolsi menjadi penguasa Mantua, Modena, Parma, dan Reggio. Dibawah pemerintahannya, lebih banyak terjadi serangan yang diluncurkan ke wilayah Bologna, sehingga Paus Yohanes III menyatakan bahwa Bonacolsi menjadi musuh Gereja. Dibawah tongkat dekritnya, Paus menawarkan indulgensi kepada siapa saja yang berhasil menyerang dan menaklukan Bonacolsi dan/atau hartanya (wilayah kekuasaannya).

Indulgensi adalah jaminan bahwa semua dosa akan diampuni atau diringankan dan tidak akan dibakar di neraka, tidak terkecuali untuk dosa pembunuhan.

Pada awal tahun 1325, pertempuran di perbatasan  antara dua kota kian meningkat. Pada bulan Juli, Bologna menyerang sebuah peternakan di Modena, membantai banyak orang dan membakar beberapa bidang lahan sebelum mereka pergi. Beberapa orang berhasil melakukan beberapa penjarahan sebelum mereka kembali ke Bologna untuk memamerkan hasil jarahannya.

Mereka melakukan kembali pada bulan berikutnya, melakukan sejumlah kerusakan sebanyak yang mereka bisa dan berfoya-foya selama hampir dua minggu.

aa500-war2.jpg

Lukisan karya Giovanni yang menggambarkan pertempuran prajurit Guelph dan Ghibellini di Bologna - Gambar: Wikipedia

Bonacolsi memiliki dendam pada bulan September ketika pasukan musuh merebut benteng Bologna di Monteveglio, yang terletak hanya 12 mil dari barat Bologna. Benteng telah dikhianati, namun bukan oleh orang-orang pro-Ghibelline, tetapi oleh orang-orang yang merasa tidak puas.

Dengan mengambil keuntungan dari situasi yang sedang kacau dan terjadi kebingungan menentukan siapa pengkhianatnya, beberapa pasukan Modena menyelinap ke Bologna. Mereka masuk ke pusat kota hingga masuk ke gerbang San Felice, mereka menjarah banyak ember dan isinya untuk dibawa ke Modena sebagai tanda hasil yang mereka dapat dari Bologna.

Bologna tidak terima dan menuntut agar ember milik mereka yang dijarah prajurit Modena untuk dikembalikan. Tentu saja Modena menolaknya, akhirnya Bologna murka dan menyatakan perang kepada Modena. Sesuatu yang jadi alasan perang itu mungkin dianggap kecil, namun bagi mereka sebuah ember adalah nilai yang sangat berharga dari sebuah hasil jarahan.

a1059-war3.png

Jarak wilayah Modena dan Bologna hanya 31 mil - Gambar: Wikipedia

Akhirnya pertempuran yang dinamakan Perang Oaken Bucket dimulai pada Jumat pagi 15 November 1325. Malatestino dell Occhio, Rimini, penguasa Bologna dan sekutu mereka Florence dan Romagna mengepung Monteveglio dan berhasil merebut kembali.

Mereka bertemu dengan Bonacolsi yang memimpin prajurit dari Modena, Mantua, dan Ferrara, serta pasukan dari Jerman yang dikirim oleh Kaisar. Setelah ditolak Bologna, kekuatan yang lebih besar berkumpul di luar kota Castello di Serravalle. Paus Yohanes XXIII memimpin 30.000 prajurit dengan 2.000 ksatria berkuda. Seluruh pasukan tersusun di lereng yang diturunkan dari Bersagliera menuju kota Bologna dari Valsamoggia (sekarang pinggiran kota Bologna).

Sedangkan pasukan Modena memiliki kekuatan prajurit lebih kecil hanya sekitar 5000 prajurit dengan 2000 ksatria. Mereka dikerahkan di sebuah dataran yang dimana Ziribega sekarang berdiri.

Meskipun jumlah mereka lebih sedikit, Modena membuat langkah seperti menunggu matahari terbenam. Langkah itu membuat banyak kekuatan Guelf dialihkan dan melarikan diri ke Bologna. Menurut penulis sejarah Bologna, Matteo Griffoni, itu terjadi ketika malam tiba.

Pasukan Modena mulai maju ke arah gerbang kota, namun bukan untuk mengepungnya, mereka malah menghancurkan benteng-benteng pelindung bagian luar Crespellano, Zola, Samoggia, Anzola, dan Castelfranco. Mereka juga berhasil menangkap 26 orang bangsawan dan membawanya ke Modena untuk dijadikan sebagai sandera.

e5326-war4.jpg

Torre Ghirlandina di mana replika ember masih ditampilkan - Gambar: Wikipedia

Diperkirakan pertmpuran itu menewaskan sekitar 2000 prajurit dari kedua belah pihak. Tahun berikutnya pada bulan Januari, sebuah perjanjian dibuat kembali untuk Monteveglio dan juga properti lainnya untuk Bologna, namun tidak terjadi perdamaian.

Perseteruan Ghibelline-Guelf terus berlanjut hingga tahun 1529 ketika Charles I dari Spanyol (yang juga Kaisar Romawi) menginvasi Italia. Kedatangan Charles I ke Italia membuat kedua kubu terpaksa untuk bersatu, yang menyebabkan penurunan dari kubu Ghibellini dan mendukung Paus.

Setelah perang berakhir, "ember kayu" dengan bangganya ditampilkan di Modena dan disimpan di Torre della Ghirlandina sebagai peringatan kemenangan kota. Namun, yang saat ini ditampilkan hanya replikanya. Jika Anda ingin melihat ember kayu aslinya, Anda dapat mengunjungi Palazzo Communale.

b317d-war5.png

Ember asli yang disimpan di Palazzo Communale di Modena - Gambar: slowtrap

Comments

Leave a Comment

Your Comment