Radiasi Ponsel Menyebabkan Kanker, Belum Terbukti
Ilustrasi

IndonesianReport.com - Pada hari Jumat (27/05/2016) para ilmuwan dari National Toxicology Program (NTP) telah mengumumkan hasil studi besar yang menelan anggaran hingga $ 25 juta. Hasil penelitian tersebut dipublikasikan di Bio Rxiv yang terpokus pada tema studi tentang efek paparan radiasi elektromagnetik spektrum yang ada pada ponsel (frekuensi 900 MHz), studi itu menggunakan tikus sebagai percobaan.

Hasil publikasi dapat dibaca disini .

Hasil studi itu dijadikan bukti bahwa radiasi ponsel dapat menyebabkan kanker pada manusia. Namun beberapa hal harus dipelajari sebelum Anda mengambil kesimpulan dari hasil studi tersebut.

Studi yang memakan biaya besar tersebut apakah benar bertujuan untuk ilmu pengetahuan atau ada kepentingan dibaliknya dengan asumsi uang yang dikeluarkan sangat besar. Para ilmuwan mulai menguji paparan radiasi elektromagnetik pada tikus hamil dengan frekuensi dan konfigurasi menggunakan sistem ponsel GSM dan CDMA. 

Kemudian mereka mengambil sebagian kecil tikus dan memilih tikus dengan menggunakan paparan yang berbeda (1,5,3 atau 6 W/ kg sehari selama 9 jam). Tentu saja ada kelompok tikus yang hidup pada waktu yang sama tanpa mendapatkan laporan khusus (kelompok kontrol) dan semua sekitar 1200 tikus yang hidup dalam kondisi yang sama.

Dari studi itu menghasilkan tikus jantan yang terkena radiasi dapat bertahan hidup lebih lama dibandingkan yang tidak terpapar radiasi, namun secara statistik persentase glioma otak atau jantung nefrileimoma tikus betina yang terkena radiasi secara signifikan tidak menunjukan apa-apa. Tikus pada kelompok kontrol tidak menunjukan apa-apa dari efek radiasi.

Secara umum Anda tidak perlu membuang ponsel ke tempat sampah dengan alasan takut dengan efek radiasi ponsel yang bisa menyebabkan kanker. 

Dari hasil awal cukup mengecewakan, namun pada akhirnya mengungkapkan bahwa ada banyak alasan yang baik mengapa hasil studi itu dipublikasikan sehingga tidak ada hubungan antara jumlah radiasi dan terjadinya tumor. Berikut adalah alasan mengapa studi itu belum terbukti kebenarannya.

1. Studi itu secara resmi belum dipublikasikan.

2. Studi itu tidak melaui proses peer-review (suatu proses pemeriksaan atau penelitian suatu karya oleh pakar lain di bidang tersebut).

3. Sementara penelitian itu mengklaim telah lulus pengujian, mereka yang terlibat tidak independen karena merupakan sesama ilmuwan yang saling berhubungan dengan pekerjaannya.

4. Hanya sebagian dari hasil yang dipublikasikan di BioRxiv, secara keseluruhan hasilnya akan dipublikasikan tahun depan. Para ilmuwan independen telah menyatakan keprihatinan yang serius dari hasil penelitian tersebut (ScienceScientific Amerika).

5. Ini bukan penelitian pertama dari lusinan studi selama puluhan tahun yang mendeteksi sesuatu, sehingga harus ada konfirmasi dari badan independen agar hasil studi dapat diakui berdasarkan ilmu pengetahuan bukan berdasarkan kepentingan.

6. Teknologi GSM dan CDMA tidak digunakan di Eropa, sekarang telah menggunakan 3G (W-CDMA) dan 4G (LTE).

7.  Secara statistik kemungkinan kanker akibat radiasi ponsel cukup kecil dan karenanya hasil dari penelitian ini terbilang keabsahannya cukup diragukan (Why Most Published Research Findings Are False)

8. Tidak dijelaskan mengapa tikus betina tidak terkena kanker dari efek radiasi dan mengapa tikus yang terkena radiasi dapat bertahan hidup lebih lama.

9. Tikus itu bukan manusia, tidak ada bukti tentang kanker pada tikus sama dengan kanker pada manusia.

Terlalu dini untuk menarik kesimpulan tentang efek radiasi ponsel dapat menyebabkan kanker pada manusia, terutama sudah ada puluhan studi yang dilakukan dalam 50 tahun terakhir yang gagal untuk menemukan hasil laporan radiasi elektromagnetik non-ionisasi di karsiogenesis.

Studi yang dilakukan belum jelas kebenarannya, namun bukan berarti penelitian tersebut sudah dapat dipastikan tidak benar. Selama secara keseluruhan hasil penelitian itu belum resmi dipublikasikan dan keabsahan peneitian itu dapat diterima secara ilmu pengetahuan, efek radiasi ponsel bisa mengakibatkan kanker pada manusia "belum terbukti".

Comments

Leave a Comment

Your Comment