Pisau Bermata dua Bernama Media Sosial
Ilustrasi

IndonesianReport.com - Apa yang Anda posting di media sosial dapat menjadi bumerang bagi siapa saja tanpa terkecuali. Seorang analis ESPN, Curt Schilling adalah korban terbaru hingga dipecat akibat postingannya di Facebook.

curt-schilling-title.jpg

Curt Schilling

Curt berbagi gambar di profil facebook miliknya yang mengejek transgender dan kontroversi RUU tentang toilet di North Carolina yang melarang transgender menggunakan fasilitas toilet jenis kelamin mereka yang telah berubah.

Sebelumnya Curt pernah diperingatkan oleh ESPN karena  melakukan candaan di media sosial, dia menulis komentar yang menyinggung umat muslim. Apa yang dilakukan Curt sekarang adalah peringatan terakhir dan dirinya telah dipecat oleh ESPN.

Bukan rahasia umum jika ESPN adalah salah satu perusahaan yang mendukung LGBT dan mereka juga mempekerjakan karyawan dari transgender.

Curt menulis di profil Facebook miliknya tentang transgender yang dia anggap sangat menyedihkan. "Seorang pria tetaplah seorang pria tidak peduli mereka menyebut diri sendiri. Saya tidak peduli apa yang mereka lakukan, mereka tidur dengan siapa, toilet pria dirancang untuk alat kelamin pria, untuk perempuan tidak terlalu banyak, Sekarang Anda perlu hukum yang memberitahu kita berbeda? Menyedihkan." tulisnya.

curt-schilling.jpg

Apa yang dilakukan Curt tidak relevan karena notabene-nya dia adalah orang yang cukup dikenal oleh publik. Kasus Curt bisa saja terjadi kepada Anda jika tidak berhati-hati dalam menggunakan media sosial. 

Banyak kasus di Indonesia karena sembarangan membuat pernyataan hingga merugikan orang lain. salah satunya yang dialami Florence Sihombing, Mahasiswa S2 UGM yang menghina masyarakat Yogyakarta. dia menulis "kicauan"-nya di Path yang membuat marah rakyat Yogyakarta. Florence sempat ditahan Polda Yogyakarta akibat ulahnya yang  menghina warga Yogyakarta.

Kehadiran media sosial seperti Facebook, Twitter, Path, BBM, dan lainnya, seperti sebuah peluru kendali yang setiap saat menghancurkan siapa saja. Media sosial memang saat ini digunakan alat komunikasi untuk menyampaikan pemikiran radikal setiap orang.

Rasa kecewa, benci, marah, dan murka, dapat disalurkan melalui media sosial. Sayangnya masih banyak orang yang tidak mampu mengenali diri sendiri hingga lupa pada etika ber-sosial media. Mereka tidak menyadari bahwa hukum tetap berlaku bagi siapa saja tanpa terkecuali bagi para pengguna media sosial. 

Media sosial layaknya sebuah pedang yang bisa membunuh dan juga dapat bermanfaat melindungi diri sendiri dan orang lain. Pandailah menggunakan media sosial dengan kebijaksanaan paradigma hingga bermanfaat untuk diri sendiri dan juga orang lain.

Comments

Leave a Comment

Your Comment