Menteri Transportasi Irak Mengklaim Bandara Pertama Berada di Irak 7000 Tahun Lalu Dibangun Oleh Bangsa Sumeria
Bandara Internasional Baghdad, Irak.

IndonesianReport.com - Seorang menteri Irak telah mengklaim bahwa bangsa Sumeria kuno pernah melakukan perjalanan ke Pluto ribuan tahun yang lalu. Menteri Transportasi Irak membuat klaim aneh itu saat konferensi pers di provinsi Irak selatan Dhi Qar.

Kazem Finjan, Menteri Transportasi Irak, mengatakan kepada wartawan di Dhi Qar, selatan Irak, bahwa bandara pertama di dunia dibangun di sana pada sekitar 5.000 SM.

Dia mengatakan bahwa peradaban kuno Sumeria, salah satu masyarakat tertua yang diketahui, menggunakan bandara untuk eksplorasi ruang angkasa mereka dan bahkan berhasil menemukan Pluto, menurut situs berita The New Arab .

Ia meyakini bahwa bangsa Sumeria menetap di wilayah sejarah Mesopotamia selatan, sekarang selatan Irak, pada 5500-4000 SM, dimana mereka mengembangkan pertanian, perdagangan dan keterampilan seperti tenun, logam dan tembikar.

d0da8-sumeria.jpg

Ziggurat Ur, sisa reruntuhan bangunan Sumeria di Selatan Irak, Provinsi Dhi Qar  (Gambar: Getty Images / IStock)

The New Arab melaporkan bahwa Finjan menyebut karya seorang profesor Rusia dan ahli Sumeria Samuel Kramer, yang mempelajari mitos penciptaan peradaban dan menulis tentang pemahaman mereka tentang tata surya.

Banyak reruntuhan kuno ditemukan di Dhi Qar, seperti kota-kota Sumeria Eridu dan Ur, rumah menuju kuil kuno Ziggurat Ur, yang digali pada 1930-an dan sejak itu sebagiannya telah direstorasi.

"Bandara pertama yang didirikan di planet bumi berada di tempat ini," kata Finjan, menurut situs Memo: Middle East Monitor.

Memo melaporkan bahwa Menteri  Transportasi Irak juga mengklaim bahwa para malaikat "semua berasal dari bangsa Sumeria" dan "pesawat ruang angkasa Sumeria digunakan untuk memulai perjalanan dari sini (Irak) menuju planet lain."

mengklaim bahwa bandara telah menjabat sebagai hub untuk eksplorasi ruang angkasa, dan bahwa Sumeria menemukan Pluto palsu mengklaim itu menjadi sistem surya "planet kedua belas" dan ditemukan oleh NASA.

Dalam konferensi pers, Finjan berusaha untuk memperkuat klaimnya dan meminta untuk skeptis dalam mempelajari karya para ahli Sumeria seperti profesor Rusia Samuel Kramer. 

Bangsa Sumeria dikenal sebagai peradaban manusia di Bumi yang tertua yang berada di Irak, menurut sejarawan puncak peradaban Sumeria terjadi pada 2,700-2,400 SM ketika Irak -  Mesopotamia kuno, dianggap sebagai "awal dari lahirnya peradaban manusia".

Akademik menulis tentang kemajuan peradaban bangsa Sumeria berasal dari sistem tata surya dalam mitos penciptaan masyarakat kuno. Namun, sejarah resmi mencatat bahwa perjalanan luar angkasa berawak pertama dilakukan oleh program luar angkasa Soviet pada tahun 1957.

Kosmonot Yuri Gagarin menaiki Vostok 1 dan memulai orbit tunggal dari bumi yang berlangsung 108 menit sebelum Gagarin dikeluarkan pada ketinggian 23.000 kaki dan diterjunkan kembali ke bumi. 

Pengguna Media Sosial Irak bereaksi atas klaim aneh Kazem Finjan, mereka mengejek dan menganggap klaim itu hanya lelucon konyol.

"Saya bersumpah demi Tuhan, lelucon ini tidak lucu," cuitan seorang netizen Irak di Twitter dengan nama samaran Shhimmariya Al-Irak.

efe2b-irak2.png

"Halusinasi menteri transportasi Irak tentang pesawat ruang angkasa di Nasiriyah membuktikan bahwa pemerintah (Haidar]) Al-Abadi penuh dengan kebodohan, pecandu ganja dan paling berharga untuk kemanusiaan," tulis netizen Dawood Al-Basri.

037f1-irak.png

Seorang wartawan Al Jazeera Irak, Amer Al-Kubaisi, dalam cuitannya mengatakan: "Dapatkah Anda percaya bahwa kebodohan ini berasal dari menteri transportasi Irak saat ini? Saya bersyukur kepada Allah karena diberikan otak."

0b085-irak1.png

Ini bukan kesalahan ilmiah pertama yang dibuat oleh politisi senior dan anggota kabinet Irak. Tahun lalu, Menteri Luar Negeri Irak Ibrahim Al-Ja'afari bersikeras menyatakan bahwa sumber untuk dua sungai utama Irak, Tigris dan Efrat, mengalir dari Iran dan bukan dari Turki.

Comments

Leave a Comment

Your Comment