Manipulasi Foto Pemerintahan Uni Soviet Memalsukan Sejarah
Salah satu manipulasi foto yang dilakukan Soviet

IndonesianReport.com - Perubahan dan pemalsuan foto banyak terjadi, salah satunya datang dari Soviet (Rusia). orang yang tidak diinginkan, yang dianggap "musuh negara" tidak hanya dibunuh, tetapi juga dihapus dari foto-foto dimana kehadiran mereka tidak diinginkan. Foto-foto yang diubah dengan cara dimanipulasi dengan maksud mengubah sejarah.

Manipulasi gambar di Uni Soviet merupakan sebuah propaganda yang sering terjadi di Uni Soviet, khususnya pada masa pemerintahan Josef Stalin. Cara manipulasi foto tersebut adalah dengan cara menghilangkan orang dalam foto yang dieksekusi, dimana pada masa pemerintahan Stalin banyak sekali orang yang dieksekusi, termasuk beberapa orang yang berpangkat jenderal. Ada pula yang diubah atau ditambahkan obyeknya.

Salah seorang korban manipulasi gambar adalah Leon Trotsky, yang sebenarnya adalah teman dekat Lenin. Ia juga banyak menciptakan  berbagi ide-ide idealis mengenai negara komunis. Dalam foto-foto di bawah dapat dilihat Trotsky bersama-sama dengan Lenin, namun foto lainnya nampak Trotsky menghilang dari foto.

70a3c-uni.jpg

Pada tanggal 5 Mei 1920, Lenin memberikan pidato yang terkenal di kerumunan pasukan Soviet di Lapangan Sverdlov, Moskow. Di samping podium adalah Leon Trotsky dan Lev Kamenev, foto itu kemudian diubah dan keduanya dihapus dalam foto.

2b22c-uni1.jpg

Alasan historis untuk perubahan foto itu adalah bahwa Stalin akhirnya mulai melihat bahwa Trotsky dianggap sebagai ancaman dan memvonisnya sebagai "musuh negara". Setelah ia dideportasi dari Uni Soviet pada tahun 1929, Trotsky mengkritik kepemimpinan Stalin, dengan alasan bahwa kediktatoran Stalin dilakukan berdasarkan pada kepentingan sendiri, bukan rakyat. Alasan itulah yang memberikan kontribusi besar terhadap penghapusan Trotsky dari foto dan sejarah.

Nikolai Yezhov, kepala polisi rahasia Soviet, mengalami nasib serupa dengan Trotsky. Untuk beberapa waktu ia dekat dengan Stalin, kekejaman Moscow era Soviet sudah lama dikenal, dimana orang-orang yang tidak bersalah dipaksa untuk mengakui kejahatan kepada Stalin dan Uni Soviet, dan akibatnya akan dieksekusi. Dalam foto di bawah ini, Yezhov nampak terlihat berjalan bersama-sama dengan Stalin.

7dacf-stalin.jpg

Dalam foto di bawah yang telah dimanipulasi, Yezhov nampak menghilang dari foto.

0d57e-stalin1.jpg

Pada tahun 1998, Hoover Digest, di Stanford University menerbitkan sebuah artikel berjudul Inside Stalin's Darkroom . Ini hanyalah contoh lain bagaimana sejarah telah diubah oleh Uni Soviet.

Contoh di atas menggambarkan bagaimana perubahan gambar bisa mengubah sejarah. orang yang tidak diinginkan akan dihapus dari foto, dan dengan demikian juga terhapus dari sejarah. koneksi mereka untuk sejarah orang lain (dalam hal ini Lenin dan Stalin) secara harfiah telah terhapus.

e2fd9-yev.JPG

277ce-yev1.JPG

Kursun Kodzhayev (kanan bawah) dihapus dari foto setelah sebelumnya dieksekusi oleh regu tembak

Pada tahun 1917, terjadi pergerakan revolusi pemberontakan sayap kiri menggulingkan pemerintah. Selama Revolusi, sejumlah gambar yang menunjukan para pejuang revolusi berhasil merayakan kemenangan mereka. Gambar itu sering digunakan sebagai kartu pos setelah perang. Latar belakang gambar asli termasuk toko yang menunjukan dalam bahasa Rusia, "Jam tangan, emas dan perak". Gambar itu kemudian berubah menjadi tulisan, "Perjuangan untuk hak-hak Anda", dan bendera yang berwarna hitam diubah dengan tulisan, "Ganyang monarki - hidup panjang Republik".

6aca1-revo4.jpg

Gambar berikutnya adalah pertemuan St. Petersburg , kelompok perjuangan untuk Pembebasan Klas Buruh diambil pada bulan Februari 1897. Tak lama setelah foto itu diambil seluruh kelompok ditangkap oleh Okhrana . Para anggota yang ditangkap  dijatuhi berbagai hukuman oleh Lenin, mereka ditahan oleh pihak berwenang selama empat belas bulan dan kemudian dibebaskan dan diasingkan ke desa Shushenskoye di Siberia.

be267-revo5.jpg

Yang berdiri paling  kiri adalah Alexander Malchenko. Pada saat foto itu diambil, ia adalah seorang mahasiswa teknik dan ibunya pernah membiarkan Lenin bersembunyi di rumahnya. Setelah penangkapannya, dia menghabiskan beberapa waktu di pengasingan sebelum kembali pada tahun 1900 dan meninggalkan revolusi. Dia pindah ke Moskow dimana ia bekerja sebagai insinyur senior diberbagai departemen negara, dan pada tahun 1929 ia ditangkap. Ia ditangkap dengan tuduhan sebagai pengacau keamanan dan dieksekusi pada 18 November 1930. Setelah ditangkap dan eksekusi, ia dihilangkan dari semua foto. Pada tahun 1958 ia secara anumerta direhabilitasi dan diizinkan untuk muncul kembali dalam foto.

Dibalik kekejaman pemerintahan Lenin dan pemalsuan sejarah, karya manipulasi foto mereka harus kami berikan acungan jempol. Dengan teknologi manipulasi gambar yang sekarang sudah sangat canggih, kemampuan seniman Soviet mampu membuat manipulasi gambar dengan cara primitif namun sangat menakjubkan.

Menghapus seseorang dari sebuah gambar/foto adalah suatu tindakan yang sangat menipu diri sendiri. Hal ini setara dengan membohongi diri sendiri tentang masa lalu, dan menciptakan gambar palsu untuk "membuktikan" sebuah kebohongan.

Ketika manipulasi itu dilakukan oleh pemerintah dengan menggunakan teknik manipulasi gambar untuk membentuk opini publik atau untuk meningkatkan kekuatan mereka, apa yang terlintas dalam pikiran adalah korupsi dan masalah yang lebih politis daripada sosial. Menghapus seseorang dalam foto apakah itu dianggap sebuah masalah atau tidak, semuanya tergantung pada konteks situasi dan kondisi, tetapi juga pada "alasan" mengapa menghilangkan orang dalam foto.

Comments

Leave a Comment

Your Comment