Fakta Sejarah Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Yang Harus Diluruskan
Para ilmuwan dunia

IndonesianReport.com - Peradaban manusia modern tidak lepas dari peran para ilmuwan yang sejatinya telah bekerja keras dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Beberapa hasil temuan mereka menjadi kontroversi hingga perang klaim menghiasi sejarah ilmu pengetahuan.

Banyaknya kontroversi hasil penemuan dan hak paten, hingga sejarah kelam yang mencoreng buku sejarah yang pernah kita pelajari semasa di bangku sekolah.

Berikut penemuan-penemuan dunia yang kontroversi dan sosok ilmuwan sebenarnya dibalik klaim palsu hak paten.

Siapakah penemu Email sebenarnya?

Shiva Ayyadurai asal India adalah salah seorang yang dianggap sebagai penemu email. Pada 30 Agustus 1982, Pemerintah Amerika Serikat secara memperkenalkan Ayyadurai sebagai penemu email, dengan memberinya US Copyright untuk Email, dari penemuannya tahun 1978 tersebut.

Les Michelson, mantan ilmuwan partikel di Brookhaven National Labs menugaskan Ayyadurai untuk menciptakan sebuah sistem surat elektronik yang menggunakan konvensi header nota hardcopy. Michelson berkata: ".. Tugas Anda adalah untuk mengkonversi ke dalam format elektronik. Tak ada yang melakukan itu sebelumnya."

Sebuah versi sebelumnya disebutkan Shiva Ayyadurai sebagai penemu pesan elektronik. Versi ini telah diperbaiki. Versi lainnya juga tidak benar yg mengatakan Ayyadurai yg pertama kali memproduksi baris kode 'bcc, 'cc', 'to' and 'from' fields. Fitur-fitur itu sudah ada sebelumnya dalam dokumen terpisah dari pekerjaan yg dilakukan oleh Ayyadurai.

Bahkan versi yg mengatakan Ayyadurai telah diberikan paten tidak benar, karena secara signifikan dapat menghambat pertumbuhan teknologi dan akan membuatnya menjadi sangat kaya. Untuk saat itu, paten tidak diberikan untuk perangkat lunak.

9e7d7-shiva.jpg

  Shiva Ayyadurai

Email sebenarnya sudah dikembangkan satu dekade sebelum Ayyadurai menciptakan Email, dimulai oleh Ray Tomlinson 's mengirim surat teks pertama antara dua komputer pada tahun 1971.

Thomas Haigh, seorang sejarawan teknologi informasi dari University of Wisconsin, ia telah menelusuri sejarah surat elektronik. Ia menulis di komunitas ACM pada tahun 1980, "surat elektronik telah digunakan di MIT selama 15 tahun, Xerox telah mengembangkannya menjadi lebih modern, sistem email grafis yg dijalankan untuk komunikasi kantor. Compuserve yg pertama menjual akses Email ke publik, dan Email selama bertahun2 telah menjadi aplikasi yg paling populer hingga menjadi perkembangan internet.

Sejarawan Marc Weber mengatakan bahwa pada tahun 1978, hampir semua fitur2 yg kita kenal saat ini telah muncul pada satu sistem selama belasan tahun sebelumnya, seperti emoticon, mailing lists, flame wars, dan spam.

030a1-Tomlinson.jpg

  Ray Tomlinson pada tahun 2004

David Crocker, anggota dari komunitas riset ARPANET, ia percaya bahwa asal-usul email tidak dalam sengketa bahkan menjadi kontroversi seperti saat ini. Ia menegaskan bahwa teknologi berasal dari banyak inovator. "Laporan yg tidak benar tentang anak berusia 14 tahun (Ayyadurai) pada akhir tahun 1970 sebagai 'penemu' dari email, telah lama sebelumnya menjadi layanan yg ada pada ARPANET," jelas David.

Thomas Edison penemu bola lampu?

Lampu busur listrik pertama kali diperkenalkan oleh Humphrey Davy pada tahun 1806, tetapi hasil temuannya tidak praktis untuk penerangan rumah.

Sepanjang abad ke-19 banyak ilmuwan yang mencoba menyempurnakan lampu listrik. Seperti Frederick DeMoleyns dan Joseph Swan yang mencoba menggunakan listrik untuk memanaskan sebuah objek dalam vakum tertutup menggunakan bola kaca untuk menjaga oksigen tetap pada tempatnya sehingga materi tidak akan terbakar, tapi percobaan mereka tidak sepenuhnya berhasil.

Pada tahun 1878, Edison mengumumkan telah memecahkan semua masalah itu. Tetapi idenya juga ternyata tidak bisa berjalan dengan baik. Dengan 1.879 staf laboratorium yang bekerja untuk Edison mencoba membuat bentuk lampu yg terbaik (panjang, tipis, filamen) dan bahan terbaik (resistensi tinggi) untuk digunakan dalam bola lampu.

Pada Bulan Oktober 1880 staf Edison berhasil menciptakan bola lampu yang dapat menyala hingga 600 jam, itu menjadi lampu listrik praktis yang pertama. Lalu apakah itu menjadikan Edison sebagai penemu lampu pertama? Tidak, apa yang diajarkan di sekolah tentang Edison sebagai penemu bola lampu listrik tidak benar. Banyak orang yang terlibat dalam penciptaan lampu, dan Edison hanya pemilik modal yang akhirnya mematenkan penemuan yang sangat penting itu.

     7fa7f-lampu3.jpg

Sketsa awal bola lampu dari Thomas Edison (Gambar: Edisonmuckers.org)

Nikola Tesla, salah seorang ilmuwan yang pernah bekerja bersama Edison, ia mendirikan perusahaan Tesla Electric Light & Manufacturing Company dimulai pada Desember 1884. Tesla bekerja mendesain sistem pencahayaan busur, segmen yang tumbuh dengan cepat dari industri lampu listrik baru yang digunakan oleh sebagian besar untuk pencahayaan luar ruangan.

Baca juga: Nikola Tesla, Ilmuwan Jenius Yang Terlupakan Korban Kapitalisme

Kisah penciptaan bola lampu sudah ada puluhan tahun sebelum Edison dan seluruh stafnya menciptakan bola lampu. Seperti yg sudah dijelaskan di atas, pada tahun 1806 Humphrey Davy, seorang warga Inggris, menunjukkan lampu listrik yang potensial untuk Royal Society. Lampu Davy memproduksi pencahayaan dengan menciptakan percikan listrik yang menyilaukan antara dua batang arang. Perangkat ini yang dikenal sebagai "lampu busur," memang dianggap tidak praktis untuk digunakan secara massal.

 6a741-lampu4.jpg

Salah satu bola lampu awal dari Thomas Edison  (Gambar: Edisonmuckers.org)

Berawal dari karya Davy, para ilmuwan abad 19 mencoba memperbaiki agar dapat digunakan di rumah dan kantor. Beberapa orang penemu berhasil mematenkan hasil temuan lampu mereka dengan berbagai teknik penciptaan. Pada tahun 1841 seorang penemu Inggris bernama Frederick DeMoleyns mematenkan bohlam lampu hanya menggunakan teknik oksigen sebagai pembakaran dengan menggunakan kombinasi pembakaran yang terbuat dari platinum dan karbon. Seorang Amerika bernama JW Starr juga menerima paten pada tahun 1845 untuk bola lampu menggunakan vakum dengan menghubungkan burner karbon. Banyak ilmuwan lain, termasuk seorang ahli kimia Inggris bernama Joseph Swan, yang meningkatkan kualitas lampu dan mematenkannya versi praktis dan efisien menggunakan vakum dengan pembakar dari berbagai bahan dan bentuk.

Banyak ilmuwan yang mencoba menyempurnakan bola lampu karena dianggap memiliki nilai komersial yang sangat tinggi. Thomas Alva Edison yg sebelumnya sudah terkenal dengan beberapa item paten dan dukungan finansial yang memadai, akhirnya masuk dalam zona persaingan. Karena desakan persaingan yg cukup ketat, hanya beberapa bulan saja Edison mengumumkan kepada surat kabar bahwa ia telah berhasil memecahkan masalah subdivisi dari lampu listrik. Ternyata, pengumuman Edison terlalu prematur karena masih banyak kekurangannya.

  16ac6-lampu5.jpg

Salah satu model bola lampu dari  Edison yang digunakan dalam demontrasi di Menlo Park, Desember 1879 (Wikipedia)

Jadi, jika Anda menganggap Thomas Edison adalah penemu bola lampu, mulai sekarang Anda harus merubahnya. Edison adalah pengusaha pemilik modal yang banyak mempekerjakan para ilmuwan untuk mengkomersilkan semua hasil temuannya hingga mendapatkan keuntungan finansial.

Guglielmo Marconi atau Nikola Tesla penemu radio?

Marconi telah lama dianggap sebagai penemu radio pertama, namun pada tahun 1943 Mahkamah Agung Amerika Serikat memutuskan bahwa Tesla adalah pemegang hak paten radio yang sebenarnya.

Lalu apakah benar Nikola Tesla sang penemu radio pertama? Para ahli banyak merespon negatif atas klaim tersebut, mereka berpendapat bahwa banyak ilmuwan yang telibat dalam penciptaan radio. Tesla melakukan penelitian inovatif dalam sistem listrik awal, transmisi listrik dengan sistem arus bolak balik (AC). 

Arus bolak balik Tesla dianggap paling berkontribusi dalam terciptanya radio, namun para ahli menganggap kerja praktek yang dilakukan beberapa ilmuwan lain jauh lebih penting, seperti Heinrich Hertz, Oliver Lodge, Guglielmo Marconi, Karl Braun. 

2c650-spektrum.jpg

Spektrum elektromagnetik

Putusan Mahkamah Agung AS pada tahun 1943 tidak mutlak menyatakan bahwa Nikola Tesla adalah penemu radio, itu hanya mengatur kompensasi dari pemerintah atas penggunaan paten, terutama selama Perang Dunia Pertama - bukan paten asli meliputi transmisi dan penerimaan, namun meliputi perbaikan selanjutnya.  Salah satu perbaikan yang dilakukan Tesla menggunakan "empat-sirkuit" konfigurasi transformator yang disesuaikan untuk transmisi radio dan penerimaan.

Dalam hal ini, keputusan Mahkamah Agung AS yang menganulir Marconi sebagai penemu radio tidak valid, paten akhirnya diberikan kepada Tesla. Namun, itu bukan menjadi prioritas utama, pada 1935 pengadilan telah mengeluarkan putusan untuk Oliver Lodge - dan terutama John Stone - karya yang diciptakan sebelumnya dan paten itu memiliki prioritas. Jadi, secara keseluruhan keputusan 1943 tidak membatalkan paten asli Marconi, atau menghilangkan reputasinya sebagai orang pertama yang mengembangkan komunikasi radiotelegraphic praktis.

Keputusan Mahkamah Agung AS 1943 hanya mengatakan bahwa adopsi dari transformator telah disesuaikan dalam transmisi dan peneriamaan sirkuit, yang merupakan perbaikan dari penemuan awal, sepenuhnya telah diantisipasi oleh hak paten yang dikeluarkan untuk Oliver Lodge dan John Stone. Keputusan itu tidak bulat, tetapi dissent (perbedaan pendapat/ ketidaksepakatan) tidak memihak kepada Tesla, tetapi kepada Marconi. 

12e48-pemancar.jpg

Pemancar radio pertama karya Marconi

Rincian silabus pada awal keputusan Mahkamah Agung AS 1943 memberikan ringkasan putusan, semuanya ada tiga belas bagian, namun tidak ada satupun putusan itu menyebutkan nama Tesla.

Graham Bell penemu telepon?

Masyarakat pada umumnya lebih mengenal Alexander Graham Bell adalah tokoh yang menemukan telepon, namun sejarah harus ditulis ulang karena penemu telepon yang sebenarnya ada seorang imigran asal Italia bernama Antonio Meucci.

Pada tahun 1850, Meucci pindah ke New York dan jatuh miskin, tetapi masih terus menyempurnakan alat yang telah diciptakannya yaitu telepon. Dikarenakan ia sakit keras dan perekonomian yang sulit, istrinya terpaksa menjual beberapa alat-alat ciptaannya hanya seharga enam dolar untuk biaya pengobatan.

Setelah sembuh, Meucci bekerja keras siang dan malam untuk kembali membuat alat-alat ciptaannya. Pada tahun 1871, disebabkan tak cukup uang untuk membayar paten telepon, ia hanya membayar paten sementara yang berlaku untuk setahun dan harus diperpanjang pada tahun selanjutnya.

Meucci mencoba untuk mendemonstrasikan potensi "telegraf berbicara" ini serta membawa model dan segala keterangannya pada wakil ketua perusahaan telegraf Western Union. Setiap kali Meucci hendak menemui wakil ketua ini, Edward B.Grant selalu mengatakan bahwa dia tak ada waktu. Dua tahun kemudian, saat Meucci meminta kembali semua materi telepon di perusahaan tersebut, ternyata mereka hanya mengatakan telah "hilang".

42b89-meucci.jpg\

Antonio Meucci, penemu telepon sebenarnya

Pada tahun 1876, Alexander Graham Bell menyandang nama sebagai penemu telepon. Setelah Meucci mengetahuinya, ia memanggil seorang pengacara untuk memprotes pada Kantor Paten Amerika Serikat di Washington. Meucci mengalami kekalahan untuk kasus ini. Setelah adanya permusuhan antara Alexander Graham Bell dengan Western Union baru terungkap bahwa Bell sebelumnya telah menyetujui membayar 20% keuntungan komersil atas "penemuannya" selama 17 tahun kepada Western Union.

Permusuhan tersebut telah membuka kecurangan Bell yang pada awalnya bersedia membayar 20% yang diperoleh dari keuntungan komersil atas penemuannya selama 17 tahun kepada Western Union.

99ae7-bell.jpg

Graham Bell sedang menelepon dari New York ke Chicago pada tahun 1892 (Americaslibrary.gov)

Lebih dari seabad dan di seluruh penjuru dunia, Alexander Graham Bell dikenal sebagai penemu telepon. Tetapi pada tanggal 11 Juni 2002 di kongres Amerika Serikat, Antonio Meucci ditetapkan sebagai penemu telepon yang sah.

Comments

Leave a Comment

Your Comment