Baterai Meledak: Samsung Galaxy Note 7 Ditarik Dari Pasaran
Baterai Samsung Note 7 meledak yang diunggah di Youtube

IndonesianReport.com - Samsung telah menarik kembali produk terbarunya Galaxy Note 7 secara global setelah banyaknya laporan tentang baterai Note 7 meledak. Akibat kabar tidak mengenakan tersebut produk Galaxy Note 7 telah ditarik dari pasaran.

Kabar itu menjadi pukulan telak yang harus diterima oleh Samsung. "Ada 35 kasus yang telah dilaporkan secara global dan kami sedang melakukan investigasi secara menyeluruh dengan semua pemasok kami untuk mengidentifikasi kemungkinan baterai sudah tercemar di pasaran," kata pihak Samsung.

"Namun karena keselamatan pelanggan kami adalah prioritas mutlak bagi Samsung, kami telah menghentikan penjualan Galaxy Note 7."

Samsung memutuskan untuk menunda pengiriman dari Galaxy Note 7 untuk melakukan tes uji kualitas  pada smartphone tersebut. Kabar itu telah mempengaruhi sekitar 2,5 juta produk yang telah dipasarkan, termasuk sekitar 1 juta unit yang telah terjual. Hanya segelintir produk yang terpengaruh baterai meledak, namun Samsung mengatakan telah mengganti semuanya.

Dikutip dari Kantor berita Korea Yonhap, mereka mengatakan bahwa kurang dari 0,1 persen ponsel yang mengalami baterai meledak, dan bahwa baterai baru akan diperbaiki. "Kami akan kembali dengan langkah-langkah yang meyakinkan untuk konsumen kami."

Samsung menawarkan untuk mengganti semua produk Note 7 yang sudah ditangan konsumen sekitar 1 juta unit di 10 negara. 1 negara tidak termasuk dalam recall- China, AP melaporkan bahwa berdasarkan keterangan dari pihak Samsung, Galaxy Note 7 yang dijual di China menggunakan baterai berbeda yang tidak terpengaruh.

"Kembali ditarik, yang pertama untuk smartphone baru, semua itu datang pada saat yang penting dalam bisnis mobile Samsung," laporan AP. "Apple dijadwalkan akan mengumumkan produk iPhone terbarunya pada minggu depan, dan divisi mobile Samsung mengandalkan momentum dari catatan review yang kuat dan permintaan Note 7 yang lebih tinggi dari perkiraan.

Koh Dong-Jin, presiden divisi mobile Samsung mengatakan kepada wartawan bahwa masalah baterai rusak cukup sulit untuk diidentifikasi dalam kontrol kualitas.

"Penarikan kembali akan membuat kita mengeluarkan biaya yang sangat banyak, itu membuat saya sakit hati,' katanya. " Namun, alasan kami membuat keputusan itu karena yang terpenting adalah keselamatan pelanggan."

Samsung mengatakan telah mendapatkan puluhan laporan baterai meledak ataupun terbakar. Dari semua laporan tidak ada yang cidera.

Comments

Leave a Comment

Your Comment