13 Hal Yang Harus Anda Ketahui Tentang Kehamilan dan Seks
Ilustrasi

IndonesianReport.com  - Ada begitu banyak cerita dan mitos yang berkembang di masyarakat tentang seks dan kehamilan. Cerita yang beredar banyak yang dipercaya karena sudah menjadi sebuah doktrin, setiap klaim harus dicari kebenarannya sebelum dipercaya. Mencari tahu fakta-fakta adalah cara terbaik untuk memastikan Anda mendapatkan seks yang lebih aman.

Dilansir dari National Health Service (NHS) Inggris, berikut 13 hal yang harus Anda ketahui seputar seks dan kehamilan:

1. Mungkinkah wanita hamil saat pertama kali berhubungan seks?

Ya, kehamilan mungkin terjadi bahkan jika itu pertama kalinya Anda berhubungan seks. Jika seorang pria dan wanita berhubungan seks dan tidak menggunakan kontrasepsi, kemungkinan besar gadis akan hamil, kecuali faktor lain yang tidak dapat memungkinkan terjadinya kehamilan. Kehamilan terjadi tidak berdasarkan seberapa sering Anda berhubungan seks, namun seks pertama kali bisa juga menyebabkan kehamilan.

Seorang gadis bisa hamil setelah melakukan hubungan seks pertama kali dengan pasangannya. Jika Anda seorang wanita dan melakukan hubungan seks, Anda dapat segera hamil setelah mulai ovulasi (pelepasan sel telur). Hal ini terjadi dalam siklus mendapatkan periode menstruasi pertama pada wanita, dimana folikel yang matang akan pecah dan mengeluarkan sel telur ke tuba falopi untuk dibuahi.

Menggunakan kontrasepsi dapat melindungi wanita dari kehamilan. Menggunakan kondom juga bermanfaat melindungi dari penyakit akibat dari  infeksi menular seksual (IMS). Selain itu, dalam berhubungan seks pastinya harus dengan pasangan sah Anda (pernikahan), jangan pernah berganti-ganti pasangan yang dapat berisiko tertular penyakit kelamin dan yang lebih parah akan terinfeksi HIV.

2. Dapatkan wanita hamil jika pria mengeluarkan penisnya sebelum ejakulasi?

Ya itu bisa terjadi. Mitos yang beredar menyatakan bahwa seorang gadis tidak mungkin hamil jika pria menarik keluar penisnya sebelum datang ejakulasi. Yang benar adalah, menarik keluar penis tidak akan mencegah seorang gadis dari kehamilan.

Sebelum seorang pria mengalami ejakulasi, ada sperma bersama cairan bening (sebelum sperma keluar saat ejakulasi) yang bocor keluar ketika berusaha mendapatkan ejakulasi. Hanya dibutuhkan satu sperma untuk dapat membuat seorang gadis menjadi hamil. Pra-ejakulasi juga dapat mengakibatkan tertularnya IMS, jadi menarik penis keluar sebelum ejakulasi tidak akan mencegah dari penularan infeksi.

Jika ada pria yang mengatakan akan mencegah pasangannya dari kehamilan dengan cara menarik penisnya keluar sebelum ia ejakulasi, Anda jangan pernah mempercayainya. Tidak ada yang bisa menghentikan kebocoran sperma sebelum terjadi ejakulasi. Jika Anda benar-benar ingin mencegah kehamilan pastikan untuk menggunakan kontrasepsi, dan menggunakan kondom untuk melindungi dari penularan infeksi seksual (IMS).

3. Dapatkah wanita hamil jika berhubungan seks ketika masuk periode menstruasi?

Ya, seorang wanita dapat hamil selama masa menstruasi. Wanita dapat menjadi hamil setiap saat dan setiap waktu jika berhubungan seks tanpa menggunakan pengaman untuk mencegah kehamilan.

Sperma dapat bertahan hidup selama beberapa hari setelah berhubungan seks, sehingga jika Anda melakukan seks selama periode menstruasi sekalipun tidak  terkecuali. Jadi, sperma dapat hidup dan tinggal di dalam tubuh wanita cukup lama untuk mengakibatkan seorang wanita menjadi hamil.

4. Dapatkah wanita menjadi hamil jika berhubungan seks dengan posisi berdiri?

Ya, seorang wanita memungkinkan menjadi hamil walaupun berhubungan seks dalam posisi berdiri. Ada mitos yang menyatakan bahwa wanita tidak akan hamil jika berhubungan seks dengan berdiri, duduk, atau melompat-lompat setelah hubungan seks. Mitos itu berdasarkan asumsi bahwa sperma hanya akan masuk ke dalam rahim wanita jika posisi wanita berada di bawah, sehingga dapat membuat sperma mengalir masuk (hukum air yang mengalir dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah). Mitos itu tidak mendasar, tidak ada posisi yang aman dalam berhubungan seks untuk mencegah kehamilan.

Mitos lainnya juga mengatakan bahwa wanita tidak akan hamil jika berhubungan seks di dalam bak mandi, kolam renang, ataupun mandi menggunakan shower. Kehamilan dapat terjadi dalam posisi apapun, bahkan jika dalam posisi jungkir balik sekalipun. Kehamilan hanya membutuhkan sperma pria yang masuk untuk bertemu dengan sel telur wanita.

5. Dapatkah seorang wanita menjadi hamil karena oral seks?

Tidak, wanita tidak akan menjadi hamil jika melakukan oral seks. Seorang wanita tidak bisa hamil dengan cara ini, bahkan jika menelan sperma sekalipun. Tapi Anda dapat memungkinkan terserang IMS melalui oral seks, termasuk gonore, klamidia, dan herpes.

6. Apakah alkohol membuat hubungan seks menjadi lebih baik?

Tidak, minum alkohol tidak akan membuat seks Anda menjadi lebih baik. Yang benar adalah, ketika Anda dalam keadaan mabuk akan mengakibatkan sulit untuk berpikir membuat keputusan yang tepat. Alkohol akan membuat Anda mendapatkan risiko yang lebih besar, seperti berhubungan seks sebelum Anda siap, atau berhubungna seks dengan seseorang yang Anda tidak sukai.

Minum alkohol sebelum berhubungan seks tidak akan mendapatkan pengalaman seks yang lebih baik. Kemungkinan Anda akan merasakan penyesalan setelah berhubungan seks ketika dalam keadaan mabuk karena sesuatu dapat terjadi yang seharusnya tidak diinginkan.

7. Dapatkah bola penis menjadi pecah jika pria tidak melakukan hubungan seks?

Tidak, itu tidak benar. Tidak melakukan hubungan seks tidak akan membahayakan bagi pria ataupun wanita, apalagi mengakibatkan bola penis pria akan menjadi pecah.

Seorang pria dewasa akan selalu menghasilkan sperma setiap saat. Jika pria tidak melakukan ejakulasi , sperma akan diserap ke dalam tubuh. Ejakulasi terjadi bukan hanya saat berhubungan seks, namun bisa terjadi saat masturbasi dan mimpi basah.

8. Dapatkah kondom dicuci dan digunakan kembali?

Tidak, kondom seharusnya digunakan hanya untuk sekali pakai. Jangan percaya pada siapapun yang mengatakan bahwa Anda dapat mencuci kondom untuk menghemat uang. Jika Anda telah menggunakan kondom, dipastikan Anda harus langsung membuangnya dan menggunakan kondom baru jika melakukan hubungan seks lagi.

Hal ini berlaku untuk kondom pria dan kondom wanita. Kondom harus diganti setelah 30 menit ketika berhubungan seks, karena gesekan yang terjadi pada alat kelamin dapat melemahkan fungsi dari kondom.

9. Dapatkah wanita menjadi hamil jika pernah melakukan seks hanya sekali saja?

Ya, itu dapat memungkinkan wanita menjadi hamil walaupun hanya sekali melakukan hubungan seks. Ada mitos yang berkembang menyatakan bahwa wanita tidak akan hamil jika hanya pernah melakukan seks sekali saja, kehamilan akan terjadi jika melakukan seks berulang kali. Yang benar adalah, seperti yang sudah dijelaskan pada poin pertama, kehamilan dapat terjadi hanya memerlukan satu sel sperma pria untuk masuk dan bertemu dengan sel telur wanita.

10. Apakah terkena IMS selalu merasakan gejala?

Tidak, Anda bisa saja tidak mengetahui terserang IMS. Pada umumnya tanda-tanda IMS seperti rasa sakit ketika buang air kecil, debit urine yang keluar sedikit, atau bau yang tidak biasa dan rasa nyeri lainnya pada alat kelamin.

Tidak sedikit orang yang tidak dapat melihat dan merasakn tanda-tanda infeksi, sehingga Anda tidak akan selalu mengetahui apakah Anda terkena infeksi kelamin atau tidak. Untuk memastikan apakah Anda aman dari infeksi, Anda harus rutin mengunjungi dokter atau klinik kesehatan seksual. Check-up dan tes IMS dilakukan secara tertutup dan kerahasiaan pribadi Anda akan tetap terjaga.

11. Apakah pasangan lesbian yang berhubungan seks akan terkena IMS?

Ya, wanita yang melakukan hubungan seks dengan sesama wanita bisa mendapatkan atau menularkan IMS, begitupun dengan pasangan gay. Jika seorang wanita memiliki IMS, infeksi dapat ditularkan melalui cairan vagina (termasuk cairan yang menempel pada mainan seks yang digunakan bersama), darah atau kontak tubuh.

Selalu menggunakan kondom baru pada mainan seks yang akan digunakan bersama. Kondom dapat mencegah penularan IMS saat berhubangan seks.

12. Apakah hanya pria gay yang melakukan anal seks?

Tidak, itu tidak benar. Anal seks, seperti halnya aktivitas seksual biasa yang membedakan adalah masalah preferensi. Sebagian orang memilih untuk melakukannya sebagai bagian dari kehidupan seksual mereka dan beberapa orang memilih untuk tidak melakukannya, itu mencakup apakah mereka seorang gay, lesbian, normal ataupun biseksual.

Menurut Survei Third National Perilaku Seksual dan Lifestyles (diterbitkan pada 2013), 18,5% pria dan 17% wanita dalam kelompok usia 16-24 tahun pernah melakukan anal seks sebelumnya. Apapun jenis perilaku seksual Anda, selalu menggunakan pengaman untuk melindungi pasangan Anda terhadap IMS. Namun, berhubungan seks bukan satu-satunya cara untuk menunjukan rasa cinta dan kasih sayang Anda kepada orang yang dicintai. Hindari berhubungan seks sebelum ada ikatan pernikahan resmi, seks hanya dengan pasangan Anda dapat mencegah IMS dan risiko lainnya yang disebabkan karena berganti-ganti pasangan.

13. Apakah seorang gadis sudah mendapatkan menstruasi pertama berarti dia telah siap melakukan hubungan seks?

Tidak, ini tidak benar. Gadis yang pertama kali mendapatkan menstruasi menandakan bahwa ia sudah masuk dalam periode pertumbuhan yang lebih dari sebelumnya. Seorang gadis pertama kali menstruasi dapat memungkinkan mendapatkan kehamilan karena sel telur yang sudah siap untuk dibuahi, itu bukan berarti menandakan harus melakukan hubungan seks. Gadis yang sudah menstruasi tidak berarti bahwa Anda telah siap untuk melakukan hubungan seks atau harus selalu aktif secara seksual.

Setiap orang merasa siap dan sangat menginginkan hubungan seks pada waktu yang berbeda-beda, semua tergantung keputusan pribadi. Dengan pengaruh pergaulan bebas, seorang remaja dapat dengan cepat melakukan hubungan seks. Remaja yang mulai tumbuh dewasa harus selalu diawasi lebih ketat oleh orang tua, karena masa ini yang paling rawan bagi seorang anak untuk mencoba semua hal baru tanpa mengetahui risikonya.

Comments

Leave a Comment

Your Comment